A life

Mengapa semakin banyak penyakit saat ini? Apa hanya aku yang selalu dihantui persepsi buruk terhadapnya? Semakin banyak mendengar, membaca, bahkan melihat, justru semakin prihatin dan…. Ketakutan.

Semakin meyakinkanku bahwa kita hidup untuk mencari keseimbangan dalam berbagai aspek. Mental, fisik, emosi, spiritual. Semuanya saling membutuhkan dan berkaitan. Jika salah satu atau dua aspek terganggu, akan berubah pulalah skema keseluruhannya.

Seimbang. Makanya ada semboyan “4 Sehat 5 Sempurna”, pola makan seimbang.

Pola hidup seimbang tak hanya soal makanan. Perbanyak dan pererat silaturahmi, tanpa melupakan kondisi pribadi. 

Olahraga cukup, tanpa melupakan kondisi tubuh yang bisa lelah jika diforsir terlalu keras. Seimbang.  

Selanjutnya tak lupa membangun kondisi spiritual yang seimbang. Hablumminallaah wal hablumminannaas. Seimbang dengan Allaah, seimbang dengan manusia.

Kita sama-sama mencari keseimbangan. Berpikir secara logika dan mempertimbangkan perasaan, seimbang, keputusan menjadi lebih matang.

Terlalu gaduh dengan nafsu dunia, Allaah perintahkan berpuasa. Agar kembali seimbang.

Terlalu pening memikirkan segala kemungkinan penyakit yang menjangkit, Allah perintahkan kewajiban untuk mendirikan shalat, yang menyeimbangkan emosi mental dan spiritual. Beribadah, berdoa, berolahraga, sekaligus relaksasi. Karena saat shalat dan berdoa kita ada dalam posisi trans, yang menyegarkan pikiran.

Mencegah penyakit, makan yang seimbang, kurangi pola hidup “kekinian” (junk food, produk susu berlebihan, permen, makanan yang terlalu asin, dll), pola hidup seimbang, spiritual seimbang.

Jika penyakit tetap datang, waktunya bersyukur, Allaah beri kesempatan untuk menebus dosa di dunia, semoga kelak surga balasannya. Aamiin.

Ditulis dengan perasaan yang campur aduk membaca jurnal dan berita mengenai para penyintas yang berjuang di luar sana. Mohon ampunan dan kesembuhan bagi mereka, yang masih dunia maupun di alam barzah. 

Well, life must go on. We have to be strong, despite all the fears. Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepadaNya. Innalillaahi wainna ilaihi roji’un. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s