Uncategorized

Menjadi sombong, mampukah kita?

Suatu hari salah seorang teman menghubungiku via WhatsApp dengan sapaan pembuka, “Hai somboooong…”.

Dalam pertemananku, ini merupakan hal yang biasa saja. Tapi lain lagi kalau temanku tadi mengirim chat yang sama kepada orang lain yang sedang dalam mood yang nggak bisa diajak bercanda,mungkin dia bakalan mempertanyakan maksudnya memanggil sombong.

Ah jadi panjang yah.. Padahal hanya satu kata. Sombong…

Kalau aku gunakan konteks “sombong” tadi sebagai gurauan, yah memang itu maknanya, gurauan. Hanya sapaan seorang teman akrab. Tapi kalau diartikan secara serius…. Nah, ini yang penting, karena sombong termasuk ke dalam salah satu dosa besar. Iya, dosa besar.

“Segala amalan tergantung niat.” Begitu sabda Rasulullah SAW.

Begitu pula dengan niat untuk sombong tadi. Seperti apa sih manifestasinya?

Nggak jarang kita -apalagi wanita- senang mengomentari unggahan teman-teman di media sosial.

Yang posting sedang di luar negeri, dibilang sombong..

Yang upload snapgram sambil selfie, dibilang sombong..

Yang posting pekerjaan atau lokasi kantor, dibilang sombong..

Yang posting pencapaian, dibilang sombong.

Hal-hal di atas ini menjadi santapan hangat buat sebagian orang, termasuk aku, sumber pembicaraan dan pembuka topik biar pembicaraan tidak menjadi garing. Yah, ini dosa jugaaa ๐Ÿ˜ฅ

Menurutku, ada masanya unggahan-unggahan tersebut dianggap menjadi sombong bagi sebagian orang, meskipun dia yang mengunggah tidak berniat untuk sombong. Secara, manusia punya banyak pemikiran dan persepsi~

Satu-satunya cara, tutup mata dari unggahan tersebut, jangan ambil pusing. Atau lebih ekstrim, uninstall aplikasinya. Iya, daripada jadi suuzon, ghibah. Naudzubillahimindzalik!

Tidak jarang, bahkan hampir setiap saat, aku dihantui oleh bermacam perasaan dan godaan negatif ini. Sombong, riya, ujub, suuzon, ghibah, ah macam-macam. Melihat unggahan yang memperlihatkan pencapaian, dalam hati ngomong sendiri, “Ah, aku juga pernah kok. Gitu aja diupload!

Mengeluh begini aja juga sombong, serem yah.. Sifat sombong yang menjurus kepada kesombongan-kesombongan lainnya. Di dalamnya ada perasaan ujub, yaitu ketika kita mengumbar pencapaian yang telah dilakukan dan merasa bangga atasnya.

Mau nyombongin apa sih? Ini hidup cuma sekali, belum tentu esok bisa dinikmati. Kita akan segera mati. Bawa apa ke akhirat nanti?

Allah berfirman dalam QS Firman : 18

ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุตูŽุนู‘ูุฑู’ ุฎูŽุฏู‘ูŽูƒูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู…ู’ุดู ูููŠ ุงู„ู„ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูŽุฑูŽุญุงู‹ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูุฎู’ุชูŽุงู„ู ููŽุฌููˆู’ุฑู  {18}

โ€œDan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.โ€

Amalan lain aja belum tentu diterima, apalagi kalau kita sombong yah.. Kalau ditilik-tilik, hanya Allah saja yang pantas menjadi sombong, karena Dia Maha Pencipta, Maha Kaya, Maha Segalanya. Da kita mah apa atuh, dipinjemin kesehatan aja udah untung, gimana mau sombong.

Juga, Haritsah bin Wahb Al Khuzaiโ€™i berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽู„ูŽุง ุฃูุฎู’ุจูุฑููƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู„ู‘ู ุนูุชูู„ู‘ู ุฌูŽูˆู‘ูŽุงุธู ู…ูุณู’ุชูŽูƒู’ุจูุฑู

โ€œMaukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).โ€œ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhu dari Nabi shalallahu โ€˜alaihi wa sallam, beliau bersabda,

ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ู ุฐูŽุฑู‘ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ูƒูุจู’ุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุซูŽูˆู’ุจูู‡ู ุญูŽุณูŽู†ู‹ุง ูˆูŽู†ูŽุนู’ู„ูู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฌูŽู…ููŠู„ูŒ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ูƒูุจู’ุฑู ุจูŽุทูŽุฑู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽุบูŽู…ู’ุทู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู

โ€œTidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.โ€ Ada seseorang yang bertanya, โ€œBagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?โ€ Beliau menjawab, โ€œSesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.โ€œ (HR. Muslim no. 91)

Jelas saja sombong termasuk ke dalam dosa besar, wong penghuni neraka sebagian besar diisi oleh orang-orang seperti ini. Semoga kita dijauhi dari sifat-sifat ini, semoga Allah jaga niat kita. aamiin.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=7l2UYzif1ig

https://muslim.or.id/3536-jauhi-sikap-sombong.html

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s