Uncategorized

Untitled

Sekali lagi, ah bukan, lagi-lagi, menguatlah..
Nyatanya sudah di sini, kenangan yang rasanya dulu berjuta sekarang tinggal cerita. Puji syukur semuanya masih baik-baik saja.
Menyeberangi jembatan asa yang terkadang diterpa angin dingin yang menusuk hingga tulang rusuk, bahkan hujan yang disertai badai hingga menjadi kuyup. Ditambah kerikil tajam yang menembus alas kaki hingga berdarah.
Puji syukur jalannya diiringi pepohonan dan sungai dengan ikan-ikan yang menari di dalamnya. Belum lagi pelangi indah setelah hujan badai. Apa lagi yang lebih menenangkan daripada ini?
Entah hanya aku atau bagaimana, sejenak lupa akan kaki yang berdarah atau pakaian yang basah karena hujan.
Memaafkan kerikil atau angin yang selewat kemudian berlalu.

Dan saat ini, dengan kaki yang masih berdarah sambil melihat pelangi setengah lingkaran di ujung jembatan sana, aku membulatkan tekad untuk tetap berjalan.

Memang nggak jelas, 14 Mei 2016 (05:05)

source: https://www.visavisaa.tumblr.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s